Showing posts with label semua suka bermain. Show all posts

September 21, 2012

Semua Suka Bermain 5#, Bagaimana Oubound menjadi Media Pembelajaran yang Efektif dan Menyenangkan

Membuat Outbound memiliki energi dan ruh belajar, adalah tantangan bagi para fasilitator Outbound. Agar Outbound tidak hanya melulu dapat dinikmati untuk porsi bersenang-senang, namun juga masukan yang efektif untuk belajar. Belajar untuk menghargai, belajar untuk loyal, belajar untuk kreatif, belajar tentang menajemen, dan belajar yang lain tergantung tujuan.

TUJUAN !!
itu adalah kunci pertama mengangkat dan melambungkan efektivitas Outbound.
Ada Outbound yang memang hanya ditujuan untuk Senang-senang dan Keakraban. misal outbound keluarga atau Reuni.
Ada Outbound yang bertujuan untuk membuat anak-anak kelas 6, lebih percaya diri untuk menghadapi Ujian Nasional.
Ada Outbound yang bertujuan agar para siswa sekolah memiliki cita-cita dan motivasi tinggi
Ada Outbound yang bertujuan agar para guru mampu mengayomi para siswa
Ada Outbound yang bertujuan agar karyawan menjadi lebih disiplin
Ada Outbound yang bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri
Ada pula Outbound untuk olahraga
Bahkan Outbound untuk sarana peningkatan kualitas spiritual.

Ba...nnnyakkk..
itu barangkali yang ada dalam benak anda..
TAPI, daftar itu masih sedikit... sekali, dibanding apa yang masih dapat dituliskan..

TEGAS saya, jadi jika Anda ingin mengadakan Outbound, pahami apa tujuannya.
Kalau anda bingung, maka anda dapat melakukan need assesment, dan menentukan apa kebutuhan dari tim anda. Beruntunglah juga jika ada fasilitator yang menyediakan fasilitas ini.

(untuk pengetahuan tentang need assesment, nanti akan dibahas di artikel lain)

Kalau anda belum tahu, atau tidak mau tahu tentang tujuannya. asal OUTBOUND saja...
anda tetap mendapat manfaat senang, dan refreshing.
Tapi sayang sekali bukan. anda sudah keluar dana, mengapa tidak sekalian Outbound ini menjadi media belajar atau menjadi sarana pemecahan masalah tim anda, atau diri anda sendiri.

Jadi, APA TUJUANNYA..??

TEPAT !!
Tujuan saja belum cukup. karena tahu tujuan, berarti anda punya peta. tapi anda belum tahu cara menuju ke bagian harta karunnya. maka di sini anda perlu fasilitator yang berkualitas, untuk membuatkan anda konsep tentang Outbound yang akan dilakukan. detailnya, dan bagaimana Outbound bisa mencapai tujuannya.

Jika anda adalah fasilitator yang membuat konsep, dan nantinya akan memandu. Buatlah konsep yang tepat dari tujuan dan nedd assesment yang ada. misal anda akan meng-outbound 150 anak SMP kelas 1, yang tujuannya adalah untuk membuat anak-anak sadar sosial. anda bisa membuat konsep outbound dengan menentukan outbound di pedesaan dan dekat warga, dan anda pilihkan game yang interaksional.
itu contoh saja. Anda bisa saja lebih kreatif, lebih inovatif, dan lebih agresif.

No.Problem.. yang penting anda paham apa tujuannya dan anda dapat memberikan outbound yang tepat

EXPERIENCES PESERTA !!
ini tidak boleh anda lupakan.. apa itu..
(saya akan tulis penjelasannya dalam artikel khusus, tunggu ya...)

DEBRIEF !!
(ini juga, saya akan tulis penjelasannya dalam artikel khusus, tunggu ya...)




apakah cukup 4 itu,..?
saya katakan belum..
Situasi, Kondisi, Kemampuan Trainer, Kerjasama dari Peserta, Latar Belakang Peserta, Cara, Tempat, dan lain sebagainya sangat berpengaruh.. Jadi kita harus mempelajari semuanya

Maka saya katakan, Outbound itu Seni. Seni komunikasi, seni memimpin, seni mengajar, seni mempengaruhi, seni mencipta, dan seni lainnya. Kita harus belajar dan paham untuk mempelajari seni melakukannya. untuk mempelajari itu, silakan baca bagian Outbound di header. 

Karena seni, maka belajar lah terus, agar kemampuan anda meningkat. 
Blog ini semoga sedikit banyak dapat memfasilitasi anda untuk belajar tentang training..

silakan komentar,
atau anda bisa sms saya di 083869683993

baca lainnya:

Semua Suka Bermain 2# Bagaimana Permainan Mendongkrak Kemampuan Menerima dalam Pembelajaran

Semua Suka Bermain 3#, Menciptakan Bermain yang membuat mereka Belajar 

Semua Suka Bermain 4#, Outbound "Media Belajar atau Pendamping Belajar??

read more

Semua Suka Bermain 4#, Outbound "Media Belajar atau Pendamping Belajar??

Hampir setiap orang memiliki pengalaman berada dalam aktivitas Outbound. Bahkan beberapa sekolah dasar, memiliki jadwal khusus di setiap tahunnya untuk bersama-sama muridnya melakukan Outbound. Begitu juga para siswa sekolah menengah, bahkan hampir pasti Outbound dalam setiap sesi organisasi nya. misal Osis mengadakan acara Training Kepemimpinan. tidak tertinggal pula, guru tidak mau kalah. Demikian juga organisasi, baik sosial maupun organisasi yang berorientasi pada profit. Selalu ada saja jadwal Outbound. entah itu sekedar main-main dan refreshing, atau dalam rangka Upgrading dan Training.

Namun, banyak pihak yang masih menilai dan mengira, bahwa Outbound adalah kegiatan yang sekedar memfasilitasi untuk bersenang-senang dan refreshing. terutama dalam sebuah Training panjang, yang menghabiskan waktu 2 hari, 3 hari, atau bahkan lebih.

Para peserta banyak menilai bahwa Outbound ini, hanya sebagai kegiatan tambahan agar mereka tidak stress. TAPI, apakah benar seperti itu.

Benarkah Outbound
hanya aktivitas tambahan
hanya media bergembira
hanya memfasilitasi permainan
hanya menciptakan keakraban
hanya kudapan di pagi hari
hanya kegiatan fisik
hanya pelengkap dari training ruangan
hanya tambahan dari kegiatan lainnya

Harus saya katakan,
bahwa itu tidak salah, namun terlalu cepat jika mengatakan itu hanya media bersenang-senang, apalagi hanya kegiatan tambahan..

Para pelaksana training di perusahaan, para guru yang mengajak anak didiknya outbound, para mahasiswa yang memasukkan jadwal outbound dalam jadwal kegiatannya, dan semua saja yang berminat ber-Outbound.. Perlu di pahami bahwa OUTBOUND itu justru agenda penting nya, dan media efektif dalam training.

maka tidak heran jika banyak tempat Outbound yang menawarkan pelatihan kepada perusahaan-perusahaan, dan disambut baik oleh para eksekutif.
Outbound dapat dimanfaatkan untuk training Leadership, trainining Karakter, training Team Building, dan training lainnya.

Justru inilah HEBATNYA OUTBOUND TRAINING. ia menjadi media yang menyenangkan dalam belajar. Keuntungan 1# peserta senang dengan kegiatan, dan yang ke-2# Peserta juga sekaligus dalam posisi dan kegiatan untuk belajar tentang sesuatu.

Siapa kira, dari kegiatan Outbound membajak sawah dengan para petani, para siswa SD banyak yang memahami pelajaran lingkungan dan biologinya, bahkan IPS (sosial) nya. Siapa kira, banyak sifat karyawan yang berubah jadi lebih baik, jadi lebih loyal, jadi lebih sopan, jadi lebih disiplin setelah mengikuti serangkaian kegiatan Outbound. Siapa sangka, ada Mahasiswa yang motivasinya untuk sukses melejit, setelah difasilitasi dengan Outbound. Siapa mengira, guru jadi lebih empati pada muridnya dan lebih asyik mengajar, setelah Outbound bersama guru lainnya.

Dan ini nyata adanya..
Outbound itu adalah TRAINING. sebuah bentuk training Outdoor. bedanya dengan training ruangan adalah TEMPATnya dan CARA menyampaikannya.

Memang, untuk mencapai satu tujuan (misal untuk menjadikan karyawan lebih peka terhadap pelanggan), perlu adanya konsep Outbound yang JELAS. dan proses yang BENAR.

untuk hal ini dan tahu lebih jauh, silakan baca volume 5#.. tentang "Bagaimana Oubound menjadi Media Pembelajaran yang Efektif dan Menyenangkan" (buka di sini)

maka saran saya.. setelah anda mengetahui bahwa Outbound merupakan media pembelajaran yang kuat, anda sekarang mulai memilih, Fasilitator Outbound mana yang berkualitas untuk menunjang tujuan Anda.

Agar dana yang dikeluarkan oleh perusahaan, organsasi, atau perseorangan tidak sia-sia..

Tentu saya setuju, jika memang ada orang atau sekelompok orang yang memang sengaja melakukan Outbound untuk bersenang-senang. Tapi saya ingin sampaikan bahwa ada sisi keuntungan lain dari OUTBOUND. yaitu ilmu dari pembelajaran yang menyenangkan..

JADI SUDAHKAN ANDA DAPAT MENJAWAB JUDUL DI ATAS..

silakan komentar-nya
read more

September 20, 2012

Semua Suka Bermain 3#, Menciptakan Bermain yang membuat mereka Belajar

Tidak terasa sudah pada artikel vol.3#. saya akan senang sekali jika anda ingin berdiskusi untuk hal ini. karena keterbatasan saya, barang kali artikel ini masih kurang intensif dalam mendeskripsikan beberapa hal.
Di volume yang ke 3# ini, sesuai janji saya, saya akan membahas tentang syarat dan ketentuan, kegiatan bermain dapat menjadi media yang luar biasa untuk belajar. Sekali lagi saya tegaskan, bagi semua orang.. mau yang anak bisa, mau yang mas mbak bisa, mau yang bapak ibu bisa, begitu juga untuk kakek nenek juga pasti bisa.

Pilih Permainan yang memiliki hubungan dengan bahan Ajar
Apapun yang ingin anda ajarkan pada orang lain, dapat anda berikan melalui aktivitas permainan. Saya luruskan bahwa yang namanya bermain bukan cuma di lapangan (lari-lari, tangkap-tangkapan), tidak hanya yang menggunakan alat alias tanpa alat pun bisa, dan  bukan sekedar bercanda-canda an. Jadi permainan bisa juga kadang serius. Seperti orang bermain catur bisa jadi serius.
Mau permainan yang serius atau happy & fun, itu tergantung dari permainan apa. Nah permainan apa yang kita berikan itu tergantung pelajaran apa yang mau kita sampaikan. Misal, seorang guru ingin mengajarkan anak tentang organ tubuh pada manusia. Bisa menggunakan permainan role play human body. Jadi setiap anak akan didaulat menjadi salah satu bagian tubuh manusia (entah jadi usus, lambung, jantung, atau otak). Lalu satu kelas akan bermain peran, berpura-pura menjadi organ tubuh tertentu. Anak-anak bisa diminta untuk membuat formasi tubuh manusia. Dan diminta memperkenalkan diri beserta apa fungsi dia ada di sana. Ini sekedar contoh. Dan contoh ini akan berbeda jika saya memberikan pengandaian seorang trainer ingin mengajarkan tentang leadership pada sekelompok orang melalui permainan. Permainan yang muncul dari pelajaran tentang leadership ini bisa saja dengan Bakiak kelompok, atau lainnya. Beda lagi pula jika pelajaran yang ingin disampaikan itu adalah kedisiplinan.
Anda juga bisa menggunakan video game sebagai media belajar. Bukankah saat ini sudah banyak bertebaran game-game edukasi. Intinya, mau itu game indoor, game lapangan, atau video game sekalipun, anda harus menyesuaikan jenis game yang akan anda mainkan dengan pelajaran apa yang akan anda berikan. Dan ini akan menjadi tantangan bagi anda. Karena  anda harus memahami pelajaran yang akan anda berikan, namun sekaligus menterjemahkannya dalam bentuk game. Tantangan yang menarik ya..
Jadi, Beda sakit beda obatnya, beda pelajaran beda permaian. OK..
(untuk yang ini, semoga saya berkesempatan untuk menulis bagaimana mendesign permainan yang sesuai, mohon doanya ya..)

Perserta seharusnya Here &Now serta Terlibat Aktif
Ini bagian penting lainnya, dari pihak peserta. Peserta sudah seharusnya menyadari bahwa mereka akan bermain untuk belajar sesuatu. Kalau bermain untuk fun saja, semoga tanpa diberi tahu mereka sudah tahu, bahwa mereka akan nge-fun. Bermain itu fun !! itu sih bukannya sudah menjadi bagian dari manusia. Tapi kalau bermain itu belajar, belum semua nyantol dengan itu. Jadi pastikan bahwa peserta tahu bahwa mereka akan belajar, sehingga pikiran dan raga nya akan sepenuh hati untuk melakukan aktivitas yang anda buat. Ini yang disebut here & now. Yap, dalam bahasa Indonesia di sini dan sekarang. Artinya, peserta dituntut untuk menyadari aktivitas yang dilakukan dan dengan sepenuh jiwa raga.
Karena ada orang yang kelihatannya di dalam kelas memperhatikan dosen, atau dalam seminar memperhatikan pembicara, TAPI ternyata pikirannya ada di tempat lain. Missal malah mikir anak, mikir kerjaan, mikir jemuran, mikir utang, mikir macam-macam lah.. Jadi yang seperti ini wajib dan harus dihindari, mengapa…….?
Karena akan menyebabkan peserta tidak responsif terhadap permainan. Dan tidak fokus untuk menerima pelajaran dari permainan.

Trainer ataupun Guru dituntut mampu membawakan dengan baik
Trainer atau Guru atau siapa saja yang membawakan permainan, harus mampu membuat permainan bermakna bagi peserta. Bermakna berarti mampu dicerna tujuan dan ilmu yang ada dibalik permainan yang dilakukan. Aktivitas permainan, hanya akan menjadi sebuah aktivitas belaka yang hanya menciptakan suasana senang, namun sama sekali tidak berisi ilmu. Padahal, Trainer di tuntut untuk mampu membuat permainan menjaid syarat akan ilmu atau makna dari pelajaran yang ingin disampaikan. Baik tersurat dalam permainan ataupun tersirat.

Peserta Senang, Trainer Senang, Penyampaian juga menyenangkan
Agar mampu secara efektif menciptakan penerimaan yang baik dari peserta. Keseluruhan proses harus dijaga dengan baik. Terutama emosi dari peserta. Trainer harus cerdas dalam membaca situasi dan emosi peserta, sehingga emosi peserta tetap berada dalam posisi positif. Karena emosi positif inilah yang menyebabkan peserta memiliki kemampuan baik dalam menyerap ilmu yang diberikan oleh trainer. Sama sekali tidak bijak, jika peserta sudah tampak sangat kelelahan dan terus dipaksa. Karena justru akan menurunkan minat peserta untuk belajar. Jadi sadari kondisi, situasi, dan emosi peserta, agar pembelajaran melalui permainan ini menjadi efektif.
read more

Semua Suka Bermain 2# Bagaimana Permainan Mendongkrak Kemampuan Menerima dalam Pembelajaran

Berarti dalam artikel vol.2 ini, kita sudah setuju ya.. bahwa bermain diSUKAi semua orang. Baik anak-anak sampai yang sudah kakek nenek. Saya pernah mengisi kegiatan outdoor game untuk peserta usia di atas 50 tahun. Dan wow.. sungguh-sungguh terjadi, para kakek nenek tertawa seperti kembali muda. Ada yang awalnya jalan selalu pelan, tiba-tiba pas kegiatan tersebut, beliau bisa lari kesana kemari. Ya meski kecepatan lari ala nenek-nenek, tapi wajahnya mengungkapkan rasa puas dan senang yang luar biasa. Jarang kan, kita melihat kakek-nenek tertawa terpingkal-pingkal dan bereaksi seperti anak-anak. Kenyataannya, begitulah ketika beliau-beliau mendapat kesempatan untuk ditantang dengan permainan-permainan tertentu.
Nah, semakin jelas.. kalau yang kakek nenek saja masih senang bukan main, ketika bermain.. apalagi yang belum kakek-nenek.. pun anda yang berumur 30-50 tahun, juga pasti senang. Kecuali anda sedang berusaha mengelak karena malu pada status anda yang sudah bapak, atau status anda yang seorang pimpinan. Tapi apapun status anda, siapapun anda, dan di mana pun anda berada,, kita simpulkan satu hal.. Bahwa anda semua, dan semua orang suka bermain.

Pada dasarnya, ketika siapa saja mendapat kesempatan untuk melakukan kegiatan yang disukai, maka ia akan merasa senang. Ada orang yang suka memancing, ketika memancing.. itu orang pasti puas, apalagi kalau dapat ikan (senangnya pasti luar biasa). Ada yang suka melihat sepak bola, ada yang suka catur, ada yang suka wisata kuliner, ada yang suka nonton bareng, ada yang suka makan bareng, ada yang suka tidur bareng (uppsss… jangan negative dulu), atau suka mandi bareng (hehehe.. jangan negative juga. Kalau mandi-in anak nya kan bisa aja. atau mandi sama istri kan boleh –Dah jangan dibayangin- eh malah kebayang-bayang kan, hehehe).

Intinya, kalau tuh orang-orang pada melakukan aktivitas yang jadi kesenengan pastilah bawaannya seneng (dengan syarat aktivitasnya lancar jaya…).

Nah, kalau bermain adalah kegiatan yang disukai sama semua orang, tentu pastilah semua orang akan senang jika melakukan aktivitas yang namanya BERMAIN.. sederhana bukan.. tapi yang sederhana ini nantinya akan jadi penting.

Para psikolog meyakini, bahwa perasaan senang merupakan emosi positif dalam diri manusia. Saya pikir bukan cuma psikolog yang meyakini, tapi semua orang juga setuju dengan hal itu. Emosi positif ternyata diyakini mampu meningkatkan daya terima seseorang dalam belajar. Silakan bandingkan sendiri, anda lebih mudah menerima informasi ketika stress atau ketika senang. Tentu lebih gambang ketika senang bukan..
Terbukti kan, kalau senang memudahkan kita untuk menerima informasi. Pola berpikirnya sudah anda dapatkan bukan. “Emosi positif menyebabkan orang mudah dalam mempelajari sesuatu. Dan Bermain membuat orang senang (senang=emosi positif). Sehingga = Bermain adalah media yang menyebabkan orang mudah belajar”. Namun, tentu ada syarat dan ketentuan yang berlaku agar rumus ini berdampak. Dan syarat-syarat tersebut akan kita bahas pada artikel vol. 3#.

Tentu yang saya maksudkan belajar bukan sekedar belajar formal, atau di dalam kelas. Namun belajar lainnya juga, seperti belajar tentang karakter, leadership, organisasi dan lain sebagainya. Bagi para siswa, bagi para karyawan dan staff, bagi mahasiswa, bagi dosen, guru, pegawai negeri, anggota parpol, pengurus organisasi, dan bagi siapapun.

Karena blog ini berisi tentang ilmu outbound dan training, saya ingin mengatakan bahwa perasaan senang ini menjadi salah satu dari beberapa kelebihan dalam pembelajaran lapangan (baca:outdoor activities). Bagaimana itu bisa terjadi, ulasannya ada dalam artikel berikut ini, di artikel vol.4#
read more

Semua Suka Bermain 1#, Permainan sebagai sebuah Sarana dan Media Pembelajaran

Belajar !! tentu semua setuju, bahwa belajar dapat dilakukan dimana saja. bahkan ada ungkapan bermain sambil belajar. yang menggambarkan bahwa ternyata dari bermain seseorang bisa belajar. Banyak orang mengira bahwa ungkapan yang demikian itu hanya tepat diberikan untuk anak-anak. Memang ya.. kita setuju bahwa masa kanak-kanak adalah masa bermain.
tapi apakah ada larangan bagi orang dewasa untuk bermain. toh, banyak orang dewasa yang masih suka bermain. entah itu olah raga yang sifatnya permainan (catur, tenis, badminton, futsal, dll) atau sekedar permainan refreshing, bahkan tidak jarang terlihat orang-orang dewasa masih senang berkejaran dan berlarian dengan teman-temannya. (tentu saja termasuk anda). Sebenarnya ini bukti sederhana bahwa manusia itu adalah makhluk yang suka bermain. dari masa anak-anak hingga orang tua, pasti dijamin senang diajak bermain.


Dengan kata lain, bermain itu adalah bagian dari perkembangan kita seumur hidup. anda akan suka permainan atau sekedar candaan setua apapun anda. Kalau anda melihat ada orang yang terlihat acuh pada permainan, bisa jadi anda salah. barangkali ia hanya sedang menjaga image-nya. agar terlihat terhormat, barangkali karena status usia atau jabatan.

tapi saya telah berkali-kali membuktikan, orang semacam ini ketika sudah disuguhi berbagai tantangan dan game dalam outbound, girangnya bukan main. bahkan mereka lupa tentang jabatan, usia, dan lainnya, malah hebatnya lebih ceria dan kanak-kanak daripada anak-anak sungguhan. bahkan beberapa ada yang berusaha berkarakter menjadi anak-anak. Seakan, outbound menjadi pelampiasan hasrat kekanak-kanakan yang mungkin telah lama terpendam. menjadikan outbound sarana yang baik dan tidak memalukan.

So, kesimpulannya adalah semua orang senang bermain. dan bermain bisa menjadi pendekatan yang baik untuk kehidupan sosial, budaya bahkan ekonomi, hukum.. dan lebih hebat lagi dari bermain sendiri (baik anak atau orang tua) mampu memberikan pendidikan moral.. wow.. apa tidak hebat itu.
efek belajar melalui bermain akan dapat terbentuk baik pada anak maupun orang dewasa. masalah utamanya adalah, tergantung apa yang dimainkan, untuk tujuan apa, dan bagaimana mengelola nya agar memberikan efek belajar.

di artikel selanjutnya saya akan membahas secara detail dan sedikit kajian ilmiah tentang hebatnya belajar melalui bermain bagi semua umur..
nanti kita akan lihat betapa hebatnya outbound (atau sekedar game indoor) bisa menjadi sarana belajar yang luar biasa dan memberikan dampak yang cepat dan dalam bagi anak-anak, remaja, maupun anak-anak.

Artikel Lanjutan :

Semua Suka Bermain 2# Bagaimana Permainan Mendongkrak Kemampuan Menerima dalam Pembelajaran

Semua Suka Bermain 3#, Menciptakan Bermain yang membuat mereka Belajar 

Semua Suka Bermain 4#, Outbound "Media Belajar atau Pendamping Belajar??

Semua Suka Bermain 5#, Bagaimana Oubound menjadi Media Pembelajaran yang Efektif dan Menyenangkan

 

read more
Blogger Template by Clairvo