Showing posts with label rencana. Show all posts

September 24, 2012

Ayo Membuat Outbound Untuk Organisasi Anda

Outbound bisa menjadi acara alternatif, untuk meremajakan semangat anggota organisasi. Selain menjadi sarana refreshing dapat pula bermanfaat untuk upgrading bagi para anggota.

Tapi...
dana tidak mencukupi
tempat outbound jauh-jauh
tempat-tempat outbound selalu penuh, bahkan ada waiting list-nya

TENANG kawan...
masih ada solusi..

BUATLAH Outbound SENDIRI
trainer dari dalam, peserta dari dalam. kan tidak masalah..

belajar yuk membuat Outbound..
siapa tahu tertarik membuat outbound sendiri, atau mendirikan lembaga outbound..

Sekarang kita mau membuat Outbound untuk organisasi kita.
Biar murah
Biar gampang
Biar bisa dibuat semau kita (hehehe)

1# Saatnya mencari Trainer
semoga anda adalah trainer pertama. tinggal cari trainer lain. 2-4 orang lagi cukup. Trainer ini nanti yang akan bertanggung jawab terhadap Outbound.

2# Buat lah Tujuan dan carilah tempat
Konsep Outbound di buat dengan menentukan tujuan dari Outbound itu sendiri. buatlah pertanyaan. Mengapa Outbound ini diadakan? apakah untuk refreshing, upgrading, training, pembekalan, atau lainnya.
Tempat akan menentukan aktivitas apa yang akan dilakukan. apakah tempatnya sempit atau luas, jauh atau dekat, bergelombang (bukit) atau tanah lapang, jalanan atau hutan. Ini semua penting. tanah sempit masa mau main bola. tempat jauh, ya kita usahakan perlengkapan outbound yang mudah dibawa. kalo di bukit yang curam ya jangan main yang dorong-mendorong (kan bahaya). Kalau dan kalau tempatnya, maka...
jadi aktivitas kita bisa menyesuaikan dengan tempatnya. Ok

3# Buat rencana Aktivitas sesuai Tujuan
Aktivitas Outbound dapat dibagi ke dalam aktivitas kecil, seperti pos. Artinya nanti akan ada pos-pos yang akan memfasilitasi peserta dengan aktivitas tertentu. Aktivitas Outbound kan terkenal dengan game-nya.
Meski tidak semua harus game. tapi yang namanya outbound karena sudah terkenal dengan aktivitas main-main dan game,, maka boleh lah semua aktivitas di buat game. Kalau tujuannya meningkatkan rasa kekeluargaan, carilah game yang sesuai untuk itu. misal game kapal karam, animal family game, atau lainnya. (search aja dengan seacrh engine anda, ada banyak game yang bisa anda explore).
Aktivitas Outbound dapat anda bagi pula beberapa. misal nya saja pembuka dan pemanasan, lalu aktivitas game, makan siang riang, dan terakhir penutup.

4# Siapkan peralatannya
Ya.. kalau game nya membutuhkan alat, segera cari alatnya

5# Roleplay atau Simulasi
lakukan uji coba untuk melakukan gladi bersih. kalau ini cukup para trainer saja. latihan membuat instalasi game, memberi instruksi, dan latihan menentukan waktu. kalau perlu latihan memberi makna juga boleh. Kalau anda melihat outbound-outbound yang sukses, mereka telah melewati pengalaman, roleplay, dan evaluasi yang panjang.. jadi roleplay sangatlah penting untuk kesiapan fisik dan mental.

6# Laksanakan Outbound Anda Sendiri
Selamat mencoba membuat Outbound Anda sendiri. Semoga Sukses

lebih detail anda bisa mengeksplore dari blog ini.

Silakan berkomentar
read more

DESIGN atau DESAIN ?? (sama artinya, Jelas Pentingnya) 1#

-gagal merencanakan, berarti merencanakan gagal-

Anda sekeluarga ingin pergi dari Jogja ke Bandung. Keluarga yang akan anda ajak jumlahnya 9 orang. dengan barang bawaan masing-masing. dan rencananya di bandung anda akan mengajak keluarga anda 2 hari berkeliling kota bandung, mengunjungi tempat-tempat wisata di sana. dari ujung hingga ujung kalau bisa.

kendaraan apa yang akan anda gunakan untuk ke sana. motor, mobil, mini bus, bus, truk, kereta api, pesawat, atau helikopter.
anda sudah tahu kondisi dan harapan di lokasi tujuan. apa anda akan menggunakan motor? anda perlu setidaknya 5 motor, dan touring bersama menuju Bandung. tapi apakah itu efektif.. malah-malah sekeluarga anda capek di jalan, dan juga lebih rawan kecelakaan. Kalau hujan akan repot sekali. Atau mau menggunakan kendaraan umum, yang barangkali juga akan repot. atau akan menyewa mini-bus, memakai mobil atau sewa helikopter barangkali. 
Anda sesuaikan dengan dana dan kemampuan. Harapan Anda, perjalanan anda menyenangkan, efektif, dan aman, sekaligus anda sekeluarga bisa terus bercengkerama.


Merencanakan pergi ke Bandung, bisa menjadi gambaran merencanakan Training atau Outbound. anda bisa memperkirakan akan membawa apa saja ke bandung, naik apa, dan bagaimana caranya.

Sama, dalam training, mendesain berarti merencanakan Training. Merencanakan akan memberikan training atau Outbound yang seperti apa, dengan cara bagaimana, dan dengan waktu berapa lama. Agar mencapai tujuan.

TUJUAN YANG MANA ..?
masih ingat bahwa kita sudah masuk dalam tahap ke dua membuat training. Tahap pertama nya adalah mengumpulkan informasi dari klien untuk memahami berbagai hal yang diperlukan. Sebutannya adalah Diagnose. Kalau belum membaca, Anda perlu tahu dulu bagian diagnose ini, (buka artikel Diagnose 1# atau Diagnose 2#)

Jadi tujuan yang dimaksud, tujuan dari klien. Design ini diartikan juga sebagai teknik membahasakan informasi yang sudah didapatkan ke dalam konsep atau rencana Training atau Outbound.
bagaimana cara membuatnya anda bisa lihat di artikel ke 2 di sini (DESIGN atau DESAIN ?? (sama artinya, Jelas Pentingnya) 2#). 

Pentingnya melakukan pembuatan KONSEP yang JELAS, adalah agar ada rencana matang tentang Traning yang akan dilakukan. Tahu bagaimana alur cerita yang akan dibangun, tahu bagaimana mengondisikan peserta, tahu cara membuat konsep. Yang nantinya akan terbentuk yang biasa disebut modul training. Saya secara khusus juga telah membuat artikel tentang Modul Training, klik di sini.

Apa fungsi men-Desain ?
1# membuat modul, membahasakan informasi yang bersifat teori ke bentuk teori praktis
2# Desain Konsep acara yang ada di dalam modul akan menggambarkan Training yang akan dilakukan. Sehingga gambaran Training menjadi jelas.
3# Desain Konsep acara memberikan informasi tentang training untuk dipahami klien. dan juga oleh Trainer dan co-Trainer.
4# Persiapan dan kebutuhan dapat dilihat dengan jelas. Sehingga segala kekurangan perlengkapan dan kesalahan pelaksanaan, serta miss-com dapat di minimalisir.


men-Desain Training, adalah nyawa tersendiri bagi sebuah training. Sama seperti ketika penjahit baju akan membuat baju. Ia perlu mendesain pola, memperkirakan bahan, dan menyiapkan perlengkapan. Tanpa desain pola, bisa jadi baju yang dibuat justru ukurannya tidak pas, atau malah tidak jadi sama sekali.

Jadi ini langkah ke dua super-super penting. Jadi, meninggalkannya sama dengan menggagalkan training..

baca juga :

DESIGN atau DESAIN ?? (sama artinya, Jelas Pentingnya) 2# 
DIAGNOSE 2# (Langkah Awal Super Penting) 
DIAGNOSE 1# (Mencari Tahu Apa yang Perlu)
read more

September 22, 2012

DIAGNOSE 1# (Mencari Tahu Apa yang Perlu)

Ini adalah alur pertama untuk membuat suatu Outbound atau Training.

# Diagnose #
untuk membuat Training yang baik dan tepat serta berdampak bagi peserta, maka perlu untuk memahami terlebih dahulu apa yang diperlukan oleh peserta, atau klien.
Mengapa?? karena kita perlu tahu dulu informasi-informasi yang sesuai untuk memberikan outbound atau training yang tepat. Seperti kita mau pergi jalan-jalan, kita perlu tahu berbagai hal tentang kondisi cuaca, lingkungan, kemacetan, kemana akan pergi. Informasi ini nantinya akan kita gunakan untuk menyesuaikan apa yang perlu disiapkan. Perlu payung kah? pakai mobil atau motor atau naik bus kah? bawa baju tebal atau tipis, dan sebagainya.

Demikian pula informasi tentang klien, membantu kita untuk menentukan apa yang bisa kita berikan untuk klien. Sekaligus menentukan apa kebutuhan klien dan menyesuaikan dengan kemampuan kita sebagai trainer.

Sama seperti jika kita penjual kue ulang tahun. maka ketika ada pelanggan mau memesan kue, kita akan bertanya kue seperti apa, dihias kayak apa, seharga berapa, atau lainnya?

Jadi sudah paham pentingnya. Kita perlu tahu apa kebutuhan dan maunya klien untuk menentukan apa yang akan diberikan untuk klien, sehingga kita bisa mengatur strategi yang tepat.

informasi-informasi yang perlu didapatkan dari klien, antara lain
# Analisis Kebutuhan (analisis masalah, analisis tujuan)
# Latar Belakang Peserta (asal, status, jumlah, dll)
# Kondisi Klien
# Biaya yang disepakati
# Tempat yang disepakati
# dan lain-lain

mari kita cek satu per satu ..

1. Analisis Kebutuhan
dalam bahasa yang lebih terkenal yaitu Need Assesment. mencari tahu apa masalah yang dihadapi oleh klien atau tim-nya. Yang pertama cari tahu apa tujuan klien. Misal ada klien minta fasilitasi outbound.
Cari tahu dulu apa tujuan klien. apakah untuk refreshing, apakah untuk upgrading tim, apakah untuk meningkatkan kekompakan, atau untuk tujuan lain.
Tentu tujuan ini akan beda antar satu klien dengan klien yang lainnya. misal mereka ingin pelatihan dalam bentuk outbound, keinginan mereka pun beda-beda. ada yang ingin tentang leadership, team building, loyalitas, dan lain sebagainya.
Nah, kita harus tahu apa tujuan mereka meminta fasilitasi outbound.
Need Assesment perlu didalami lagi untuk mengetahui mengapa klien minta fasilitasi yang demikian itu. Apa karena memang untuk upgrading, atau untuk perbaikan, atau untuk penciptaan dinamika kelompok. Alasan itu akan semakin menjadi informasi yang kuat untuk kita, untuk memahami dinamika klien. Nah ini pun harus memperhatikan apakah klien berkenan untuk didalami, atau tidak. jangan memaksa klien jika tidak mau.
Kadang, bisa juga terjadi klien merasa bahwa kekompakan tim mereka kurang, padahal sebenarnya yang salah adalah masalah integritas. Klien merasa bahwa anak didik mereka tidak patuh, padahal sikap gurunya yang membuat nya seperti itu. Kadang klien salah memahami sumber masalah. sehingga kita sebagai fasilitator dapat mencari tahu sumber yang tepat dan memberikan saran kepada klien.
Sehingga klien tidak salah target dalam mengikuti atau mengikutkan traning kita.

2. Latar Belakang Peserta
Trainer perlu tahu latar belakang peserta. Umur para peserta. apakah dicampur antara anak dengan remaja, atau umur 30 tahun ke atas. ini berfungsi agar kita tahu tentang aktivitas apa yang tepat. tentu saja orang tua berumur 50 tahun ke atas, perlu pendekatan aktivitas berbeda dari pada anak-anak dan remaja, (kita perdalam di artikel Design)
selain itu cari tahu jumlah peserta. perlengkapan, tempat, tenaga akan sangat terkait dengan jumlah peserta. Jumlah peserta juga dapat memberikan informasi berapa lama outbound dapat dilaksanakan.
Perlu juga tahu apa status mereka. Anak sekolah, guru, eksekutif, masyarakat lokal, atau siapapun. sehingga akan bermanfaat menentukan cara dan arah komunikasi kita kepada peserta. Informasi tentang Latar Belakang peserta akan menyiapkan kesiapan trainer, agar tahu pendengar seperti apa yang akan dihadapi. Anda perlu memberikan stimulus berbeda dan menyikapi peserta secara berbeda, karena berbeda latar belakang, beda sikap mereka, harapan mereka, tujuan, pengalaman, sifat, dan berbeda di sisi yang lain.

3. Kondisi Klien
Latar belakang peserta diberikan sudah tahu. sekarang lihat kondisi peserta. Mereka orang yang seperti apa. apakah mereka orang-orang yang fit dengan tenaga berlebih, atau peserta adalah sekelompok orang yang sangat akrab atau justru kebalikan.
anda bisa menemukan informasi ini, bersamaan saat mencari informasi dalam Need Assesment.

4. Biaya yang disepakati
Harus ada kesepakatan yang sesuai dengan biaya. Biaya bisa saja relatif, di mana antar penyedia fasilitas Outbound dan Training bisa saja berbeda.
Biaya yang ada akan membantu kita untuk menentukan operasional, fee untuk fasilitator, ataupun profit. Intinya, informasi ini akan berguna agar kita melakukan pengelolaan biaya secara tepat

5. Tempat yang disepakati
Tempat juga informasi yang penting dipahami. apakah tempatnya di tempat kita, kita yang mencarikan, atau klien yang menentukan. Tempat ini perlu di beri

6. dan lain-lain
Informasi lainnya juga ada yang kadang diperlukan. misal sebelum materi kita, atau outbound yang kita pandu, apakah sebelumnya ada kegiatan. kalau ada, kegiatan apa dan sudah berapa lama. Bisa jadi sebelum kita tampil, ternyata peserta sudah dihabis-habiskan tenaganya, dan ketika bertemu kita tinggal sisa-sisa tenaga. Kalau kita pikir mereka masih fresh, padahal kondisinya jelas berkebalikan.. wah... bisa kacau ngasih training nya. bukannya berhasil malah stress sendiri, apalagi jika respon peserta jauh dari harapan.

DIAGNOSE itu seni, perlu didalami. barangkali ada berbagai hal yang perlu didalami lagi, ada yang perlu di gali lagi. Maka kita harus cerdas menggali informasi, agar dapat memberikan stimulus yang tepat untuk hasil yang optimal. Yang pasti ini tidak boleh dilewatkan, karena merupakan hal yang penting untuk menindaklanjuti dan memberikan obat yang tepat bagi masalah yang ada

lanjutkan membaca diagnose 2# (klik di sini)
read more

4D, Art of Training (Diagnose I Design I Deliver I Determine “Seni Membangun Training Yang Super”)

Kemampuan untuk memberikan Training perlu terus diasah dan dilatih akan menjadi semakin professional. Para ahli percaya bahwa nilai Profesionalitas itu = 10.000 jam. Jadi orang yang ahli dan benar-benar professional di bidangnya, setidak-tidaknya telah memiliki jam terbang terhadap keahlian itu sebanyak 10.000 jam.

Jumlah yang cukup banyak ya.. namun jika jam demi jam, setiap hari kita kumpulkan dan disiplin terus kita berlatih, nanti kita lama-lama juga akan mencapai 10.000 jam. Hitung saja sehari kita berlatih 4-5 jam. Maka dalam waktu lebih kurang 6 tahun kita akan menjadi professional di bidang yang kita geluti. Termasuk ini kegiatan yang bernama Outbound. Semakin kita latih semakin ahli saja kita menjadi Trainer.
Kali ini saya ingin membongkar sisi teknis dari Outbound dan Training. Sisi teknis tentu tidak lepas dari sisi teori, jadi teori jangan lupa juga. Karena teori dan teknis hubungannya adalah saling mendukung. Yap, kali ini kita akan belajar bagaimana sebuah training dibuat hingga di evaluasi.
Ini adalah proses para Trainer mengkreasikan Training atau Outbound yang mereka lakukan.

Mereka menyebutnya sebagai 4D.

Tenang…
Saya akan jelaskan satu-per satu..
Namun untuk lebih detailnya, anda bisa melihat satu per satu artikel yang membahas tentang hal tersebut.
Ini dia penjelesan tentang  4D, langkah membangun Training dan Outbound
Anda tentu bisa meraba apa arti dari singkatan ‘D’ yang pertama ini. Kalau dalam bahasa kedokteran, kita biasa mendengar diagnosis. “dokter mendiagnosa penyakit di perut” atau “dokter mendiagnosa ada kelainan di…”
Diagnosa secara mudah mungkin bisa diartikan pemeriksaan. Jadi tidak sekedar diperkirakan karena sudah ada pemeriksaan. Coba anda ke dokter, menyatakan keluhan sakit perut, dan dokter nya langsung bilang mungkin anda sakit ginjal.. Lantas apa anda percaya begitu saja, lha wong belum ada pemeriksaan. Anda malah mungkin akan mengatakan “ah… mana mungkin Dok..”.
Coba perhatikan urutannya. Ada keluhan, lalu dokter memeriksa (diagnose), dokter menyampaikan hasil.
Urutan ini menggambarkan pula jika diterapkan dalam Training.
Jadi, untuk memberikan Training, perlu ada diagnosa pada klien yang akan kita beri Training atau Outbound. Agar kita tahu, apa mau klien, bagaimana kondisi peserta, apa tujuan klien, apa permasalahan yang dialami klien sehingga mengadakan Training. Kita mengadakan diagnosa juga supaya tahu latar belakang peserta, kondisi mereka, jumlah, dan lain sebagainya.
Untuk mempelajari lebih jauh tentang Diagnose, buka artikel berikut (klik di sini)
Setelah didiagnosa, selanjutnya adalah langkah super penting dalam Training.
Anda tahu?
Ya benar, .. Mendesain alias membuat konsep Training atau Outbound. Inilah seni kedua dari Training. Trainer harus mampu membahasakan hasil diagnosa ke dalam bentuk konsep kegiatan. Bagaimana tujuan training dari diagnosa, dapat dicapaikan melalui training.
Bagaimana latar belakang peserta tertentu harus dapat di fasilitasi. Bagaimana suatu permasalahan yang dihadapi klien dapat dituntaskan melalui Outbound atau training ini..
Tampak berat..?
Ya.. (beberapa Trainer ahli bahkan memerlukan 12 jam membuat konsep, untuk mengisi 3-4 jam saja. Apalagi untuk 2-3 hari atau bahkan 1-2 pekan)
Memang ini adalah proses super penting. Seakan ini menjadi langkah mengatur strategi sebelum bertanding. Strategi yang salah dapat menyebabkan gagal dan kekalahan. Maka anda akan memulai keberhasilan Outbound atau Training dari konsep anda. Training dengan Film, dengan ceramah, diskusi, atau Outbound dengan Game 1, 2, 3, dengan rule a, b, s. Anda akan harus membuat rencana dan gambaran yang tepat dan seusai.
Bisa dikatakan porosnya di sini. Diagnosa bisa benar, tapi kalau Design nya salah, selanjutnya akan salah. Outbound atau training bisa berjalan baik, tapi kalau design nya salah, mana bisa menghasilkan tujuan yang diharapkan. Diagnosa memberi anda komposisi, dan Design menantang anda untuk mengatur komposisi agar sebuah roti yang baik dapat tercipta. Kalau pengaturan komposisi salah bisa jadi bukan roti yang terbuat, tapi adonan rusak.
Untuk tahu lebih dalam tentang Design, buka artikel berikut (klik di sini)
Sudah tercipta konsep, seni selanjutnya.. adalah menyampaikan Outbound atau Training. Lagi-lagi masalah membahasakan. Kali ini anda ditantang untuk membahasakan konsep ke dalam aktifitas lapangan yang bersifat fisik. Ingat, Design itu ada di atas kertas, atas hasil pemikiran dan diskusi. Dengan kata lain design itu TEORI. Sedang deliver, kita berbicara TEKNIS di lapangan.
Kita berbicara bagaimana melakukan instalasi, bagaimana membuat peserta tertarik, dan bagaimana menyampaikan Outbound atau Training dengan menarik.
Skill lain dari Outbound. Jadi memang kita sedang berbicara multiple skill. Skill mendiagnosa, mendesain, dan seni menyampaikan. Komunikasi, empati, dan berbagai skill diperlukan dalam proses deliver ini. Wow..
Jadi jika ingin mengetahui lebih jauh tentang Deliver (cek di sini)
Ini colling down nya.. tapi tetap menjadi proses penting. “determine” yaitu melakukan evaluasi dari Outbound yang telah anda lakukan. Evaluasi tentu penting, karena akan memberikan masukan lebih atau kekurangan dari pelaksanaan. Jadi bisa diperbaiki lagi untuk yang akan datang.
Tapi evaluasi tidak sesederhana ini juga. Evaluasi hasil peserta, apakah tujuan tercapai. Tentang ekspektasi peserta, tentang perubahan dari diri peserta. Bahkan ada perhitungan khusus tentang sejauh apa keuntungan klien dari Training yang diberikan.
Cari di search engine tentang ROI (Return of Investment), tentang konversi hasil training ke bentuk uang.
Jadi selain evaluasi Internal, juga ada evaluasi eksternal kepada klien.
Karena kesuksesan training ditentukan pada DAMPAK apa yang dihasilkan dari Training, bukan sekedar pelaksanaan.. Ok
Untuk lebih tahu tentang evaluasi (anda bisa lihat di sini)
 
Itu tadi langkah-langkah dasar membangun Outbound atau Training..
Dan penting untuk dipahami, dan karena dasar ada berbagai skill pengembangan yang perlu dimiliki. Dan kita akan belajar secara lebih detail tentang 4D.

read more
Blogger Template by Clairvo